Ada banyak hal yang terjadi dalam kehidupan, peristiwa yang datang silih berganti menandakan denyut kehidupan seperti tak terhenti, adakah sesuatu hal yang akan kau jadikan alas untuk menapaki jalan ini dan menjadi diri sendiri.
Secara sederhana hak adalah hal yang terkait dengan diri dan kepentingan diri, kewajiban adalah yang berada diluar itu, tanggungjawab manusia dengan manusia, manusia dengan tuhannya, manusia dengan alam. Jadi ada hal yang seharusnya jadi pertimbangan yang nantinya akan menjadi salah satu dasar mengambil keputusan dan bertindak serta hal yang terkait dengan prioritas dasar, keinginan memenuhi hasrat terpendam berkaitan dengan aktualisasi diri.
Kalau mau dirunut apa sebenarnya yang menjadikan kita bergerak dan mengambil keputusan dalam menghadapi kehidupan ini. Antara hak dan kewaiban harus tawazun (seimbang), tapi kadar keseimbangan itu seperti apa sebenarnya, yang saya pahami adalah bahwa setiap manusia sangat berbeda satu sama lain, baik kesiapan fisik, mental dan akal, ada kadar yang tidak sama. Namun yang saya percayai menusia memiliki hati yang sama yang Allah Ciptakan sebagai “pemberi fatwa” terakhir atas tindakan yang kita lakukan. Maka apa kadar dari keseimbangan adalah teroptimalkannya segala potensi manusia yang sesuai dengan kadar dan kemampuannya yang menjadikannya menjadi terbaik dari apa yang biasa ia capai.
Ingatlah bahwa manusia sesungguhnya diciptakan bukan hanya untuk beribadah dan menjadi khalifah dimuka bumi, tapi ada tugas lain yang Ia anugrahkan kepada kita, bahwa sesungguhnya kita telah disiapkan untuk menjadi orang yang sangat penting perannya dalam kehidupan ini. Kita sangat sadar bahwa peristiwa – peristiwa besar yang terjadi didunia ini adalah rangkaian dari peristiwa – peristiwa pendahuluan dan penunjang dari yang telah menciptakan peristiwa besar tersebut, yang perlu diingat bahwa setiap peristiwa besar tersebut diciptakan dari peristiwa – peristiwa kecil dan yakinlah bahwa apa yang kita lakukan adalah terkait dengan peristiwa besar tersebut, mungkin yang berbeda adalah kontribusi dan peran yang diambil dalam peristiwa besar tersebut, karena Allah juga tidak melihat kita dari kontribusi dan peran yang kita jalani dalam sandiwara kehidupan tapi dari KETAKWAAN dari keimanan kita sebagai hamba Allah SWT. Keimanan memang berbanding lurus dengan ketakwaan hanya sekali-sekali janganlah bersedih dan berlemah diri karena sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang paling tinggi derajatnya.